”Barang siapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka mencari ilmu, niscaya Alloh mudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malikat meletakkan sayapnya kepada penuntut ilmu sebagai tanda ridho dengan apa yang dilakukannya. Seorang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh segala sesuatu sampai ikan-ikan yang ada di air. Keutamaaan orang yang berimu di atas seorang abid (hanya orang yang sering beribadah) seperti keutamaan bulan dibandingkan seluruh bintang. Para ulama adalah para ahli waris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang meraih ilmu berarti dia telah meraih bagian yang besar”. Dikeluarkan oleh Abu Daud dan At Tirmizi.
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. Earn easy money with Daceband Masukan alamat URL yang anda inginkan

Laskar Mawar



Kalian adalah laskar mawarku yang akan meluluhlantakkan tank-tank Israel!” seru Yasser Arafat pada pagi 27 Januari 2002.

Sore harinya, untuk pertama kalinya seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri. Perlawanan rakyat Palestina memasuki babak baru.

Dalam derita penjajahan Israel, telah lama perempuan Palestina menjadi pejuang yang tangguh dan tabah. Mereka adalah anak yang menyaksikan ayahnya ditawan, istri yang merelakan suaminya hilang tanpa jejak, ibu yang menguburkan putranya. Namun, sejak hari itu, sebagian perempuan Palestina menempuh jalan perjuangan baru. Mereka memilih meledakkan diri sebagai “laskar mawar”.

Barbara Victor, seorang jurnalis spesialis Timur Tengah dan isu-isu perempuan, mengajak kita menyelami kehidupan perempuan-perempuan pelaku bom bunuh diri itu. Dia meninjau berbagai aspek yang sering tenggelam dalam sensasi berita: kultur, psikologis, dan sosiologis perempuan Palestina.

Barbara membawa kita menyimak kisah-kisah getir dan konflik-konflik yang membuat “mawar-mawar” ini memilih untuk menggugurkan kelopak mereka sendiri dalam sebuah dentuman yang menyentakkan dunia yang tak mengizinkan mereka mekar.

***

“Sebuah buku yang penuh amarah dan emosi manusia. Menggetarkan ….”
- Christopher Dickey, kepala Newsweek Paris dan editor untuk Timur Tengah

“Barbara berhasil mengombinasikan pendekatan kultural dan rasional dalam sebuah narasi yang ilustratif dan informatif. Dia tidak saja menjelaskan kemunculan perlawanan kaum perempuan Palestina, tetapi juga menganalisis posisi strategis kaum perempuan di dalam konflik Palestina-Israel. Posisi kaum perempuan Palestina—yang sering terlewatkan dalam mengkaji penderitaan bangsa Palestina—tergambar jelas dalam buku ini.”
- Anies Baswedan, Ph.D.


Baca Juga Koleksi Terkait